Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pemula Wajib Tahu! Tips Investasi Saham yang Terbukti Menguntungkan

tips-inventasi-saham
Foto sumber: Pixabay
Investasi saham bisa diibaratkan sebagai sebuah investasi  pisau bermata dua. Di satu sisi bisa melukai investornya yang mengakibatkan kerugian, dan disatu sisi lain bisa mendatangkan keuntungan bagi para investornya. Untuk itu, persiapan yang matang sebelum memulai investasi saham harus dilakukan.
 
Kerugian saat investasi adalah hal yang paling ditakuti oleh semua pemain saham, apalagi bagi mereka para pemula. Untuk itu, berikut akan kami jabarkan beberapa tips dan trik saat investasi saham agar tidak merugi yang sudah dibuktikan oleh banyak orang.

1. Percaya pada diri sendiri

Saat ini masih banyak para investor pemula yang terjebak oleh saran dari orang lain, seolah-olah orang-orang tersebut adalah orang yang paling tahu segalanya, nyatanya belum tentu demikian. Maka dari itu, belajar memilah saran orang lain dan percaya pada diri sendiri adalah kuncinya.
 
Karena sejatinya, ketika anda memutuskan untuk berinvestasi saham, itu artinya anda sedang menaruhkan dana sendiri. Tidak elok rasanya apabila dana yang ditaruhkan sepenuhnya dipercayakan pada keputusan orang lain.
 
Walaupun ketika melakukan investasi atas dasar kepercayaan diri sendiri dan kemudian mendapatkan kegagalan atau kerugian, akan lebih bijak rasanya dibandingkan kegagalan karena mengikuti saran orang lain. Kenapa demikian? Karena kegagalan yang disebabkan oleh keputusan diri sendiri akan menjadi suatu pembelajaran berharga yang paling diingat sepanjang hidup. Dan tentunya, dari kegagalan ini kita akan selalu diingatkan untuk lebih teliti dalam bertindak. 

2. Memilih sekuritas dengan biaya transaksi kecil

Perusahaan sekuritas atau broker yang bisa anda jadikan untuk melakukan investasi saham itu sangat banyak. Setiap sekuritas yang satu dengan yang lainnya memiliki biaya transaksi berbeda-beda yang nantinya dikenakan kepada para investornya. Dari biaya transaksi yang dibebankan ini, akan dijadikan sebagai pendapat perusahaan sekuritas atau broker bersangkutan.
 
Katakan saja setiap sekuritas ada yang menerapkan biaya transaksi sebesar 0,29% untuk penjualan dan 0,19% untuk pembelian. Dan ada juga yang menerapkan biaya transaksi sebesar 0,20% untuk penjualan dan juga 0,15% untuk pembelian.
 
Saran dari kami ketika hendak membeli saham disuatu broker tertentu, maka pilihlah yang mengenakan biaya transaksi paling murah. Tujuannya sudah tidak lain agar menambah keuntungan. Kendati demikian, bukan berarti suatu sekuritas yang mengenakan biaya transaksi besar itu tidak bagus atau tidak layak dibeli. Bisa saja perusahaan sekuritas tersebut memiliki pelayanan yang sangat bagus dari perusahaan yang lain.

3. Berhati-hatilah ketika melakukan stop-loss

Yang namanya investasi saham tentu ada naik turunnya. Terkadang saham yang dibeli naik secara drastis dan memberi keuntungan yang besar, dan terkadang juga saham yang dibeli mengalami penurunan yang sangat drastis.
 
Ketika saham yang dibeli mengalami penurunan, anda tidak perlu panik untuk mengambil keputusan. Kunci yang bisa diterapkan di sini adalah kesabaran yang tinggi. Pasalnya saham yang turun beberapa hari kedepan bisa mengalami kenaikan harga apabila saham yang dibeli pada perusahaan yang memiliki latar belakang bisnis baik.
 
Ketika harga saham yang dibeli turun, langkah pertama yang dilakukan adalah melihat portofolio. Apabila portofolio anda merah, segeralah untuk melakukan analisa terhadap emiten perusahaan sekuritas bersangkutan. Apabila penurunan harga saham pada perusahaan tersebut diakibatkan oleh faktor fundamental keuangan, segeralah untuk melakukan stop loss. Jika langkah stop loss tidak segera dilakukan dan perusahaan tersebut bangkrut, maka kerugian yang akan dialami semakin besar.

4. Belilah saham yang memiliki indeks IDX30 atau LQ45

Ketika ingin berinvestasi saham, maka belilah pada sekuritas yang memiliki indeks IDX30 atau LQ45. Kenapa? Karena saham yang berada pada indeks tersebut mempunyai likuiditas yang sangat baik. Bukan itu saja, saham pada indeks tersebut dinilai memiliki fundamental perusahaan yang kuat. Saham pada indeks IDX30 atau LQ45 tergolong sebagai blue chip.
 
Apa itu blue chip? Blue chip sendiri merupakan saham yang memiliki nilai kapitalitas paling besar di pasar modal, yang mana berada di atas 40 triliun rupiah. Beberapa contoh perusahaan blue chip seperti, Gudang Garam, Unilever, Bank BRI, dan Bank BCA. Sehingga perusahaan sekuritas ini sangat baik untuk dijadikan investasi, apalagi bagi para pemula.
 
Demikianlah tips dan trik untuk investasi saham bagi pemula. Pastikan sebelum memutuskan untuk melakukan investasi, anda harus menguasai setidaknya tips dan trik yang telah kami bagikan. Selamat berinvestasi!

Post a Comment for "Pemula Wajib Tahu! Tips Investasi Saham yang Terbukti Menguntungkan"